Sabtu, 26 November 2016

LOGO KUDA KEPANG DAN CONTOH IKLAN MENU MAKANAN RUMAH MAKAN






penelitian dan analisa tentang penggunaan metode role playing



ABSTRAK
            Pada dasarnya metode dalam mengajar bertujuan untuk mempermudah siswa menerima materi dari belajar dalam suasana yang menyenangkan. Metode dan media belajar merupakan unsur penting dalam ketuntasan hasil akhir siswa selama proses pembelajaran.
            Berdasarkan hasil prasiklus dikelas III SDN Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang tahun 2016/2017 dengan KKM 65 ternyata ketuntasan yang diperoleh siswa hanya 24,24%, sehingga perlu diadakan penelitian dan analisa tentang penggunaan metode role playing, terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memudahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran (IPA) dengan materi “Penggolongan Hewan Secara Sederhana”. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya prosentase ketuntasan yaitu : Pra siklus 24,24%, Siklus 1 63,64%, Siklus II 91%. Sehingga dikatakan sudah berhasil. Permasalahan seperti yang sering ditemui dan menjadi bahasa setiap penataran-penataran KKG maupun kajian-kajian disekolah permasalahn ini dibuktikan dengan nilai hasil presentasi siswa yang rendah.










PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Pembelajaran yang dilakukan di kelas III adalah model tematik. Tematik yaitu  pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman pada siswa.
            Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya. (Aminuddin, 1994).
            Pembelajaran tematik dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains merupakan salah satu mata pelajaran sekolah dasar pada hasil kegiatan manusia yang berupa pengetahuan.
            Pada umumnya siswa akan tertarik pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), apabila dalam pembelajaran relevan antara pendekatan, materi, metode, media dan alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran hendaknya siswa berperan aktif, sedangkan guru sebagai narasumber atau fasilitator.
            Permasalahan ini juga terdapat pada siswa kelas III SDN Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang dalam Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 difokuskan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang penggolongan hewan secara sederhana. Berdasarkan catatan hasil prestasi ternyata masih banyak siswa yang mempunyai nilai dibawah Ketuntasan Mengajar (KKM). dan adanya siswa cenderung positif selama proses pembelajaran.
            Dengan memperhatikan berbagai masalah pembelajaran tematik fokus Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi penggolongan hewan secara sederhana di kelas III SD Negeri Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang dalam semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 harus dicari solusi masalah pada metode dan alat peraga pembelajaran yang diterapkan pada siswa.


B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan keadaan tersebut diatas yang muncul pada proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III pada semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 maka peneliti merumuskan permasalahan penelitian tindakan kelas.
            “Apakah penggunaan metode rolling playing dan menggunakan alat peraga benda kongkret dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam materi penggolongan hewan secara sederhana di kelas III SD Negeri Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang ?

C.  Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.      Meningkatkan pemahaman konsep penggolongan hewan secara sederhana berdasarkan tempat hidup, cara berkembang biak dan jenis makanannya.
2.      Mendeskripsikan cara penggunaan alat peraga kongkret
3.      Mendeskripsikan efektifitas penggunaan metode demontrasi soal penggolongan hewan secara sederhana.

D.  Manfaat  Penelitian Perbaikan Pembelajaran
            Dengan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswa dikelas dapat dirasakan manfaatnya baik guru maupun siswa dan sekolah.
1.      Guru
a)      Merasa lebih puas karena dapat meningkatkan kwalitas
b)      Meningkatkan profesionalnya guru
c)      Lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas
2.      Siswa
a)      Mampu memahami materi
b)      Mampu menyelesaikan soal
c)      sebagai pembelajaran alternatif
d)     Dapat meningkatkan hasil belajar
3.      Sekolah
a)      Membantu sekolah untuk berkembang ke arah yang lebih maju
b)      Kerja guru lebih baik dan profesional
c)      Lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas


















KAJIAN PUSTAKA
A.  Landasan Teori
            Dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dasar seorang guru harus mempunyai dan mempersiapkan beberapa faktor pada pembelajaran terpadu dengan fokus IPA memberi pengetahuan yang luas .
            Cakupannya Ilmu Pengetahun Alam sangat luas yaitu tentang tubuh yang kita punya, makhluk hidup lain, penyakit bahkan sampai ke tekhnologi modern.
            Piget membagi perkembangan anak menjadi 4 tahap.
Tahap I – Sensor Motor
1.      Sensor motor untuk anak baru lahir kira-kira 2 tahun.
2.      Tahap ke 2 pre-operasional untuk anak usia 2 tahun
3.      Tahap ke 3 kongkret operasional
            Siswa kelas III umumnya 9-10 tahun, dimana masuk pada tahap operasional kongkret, sehingga dalam pembelajaran metode yang menyenangkan dan alat peraga yang kongkret karena cara berfikir siswa yang masih terbatas.
            Pembelajaran tematik dengan metode roll playing adalah cara belajar siswa dengan bermain, aktif,  kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga hasil belajar siswa bisa melampaui KKM yang diharapkan.

B.  Karakteristik Peserta Didik
            Karakteristik siswa kelas III SD Negeri Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang dalah mayoritas orang tuanya sebagai petani sayur sehingga pendidikan relatif rendah oleh karena itu kesadaran orang tua berpengaruh pada siswa.
            Kurangnya kesadaran dan motivasi dari orang tua dalam pendidikan sangat berpengaruh pada ketuntasan pembelajaran siswa kelas III di SD Negeri Bandungan 02 Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.
C.   Metode
            Metode adalah pelicin jalan pengajaran menuju tujuan : Metode harus menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, dengan demikian guru sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat dijadikan alat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
            Guru menentukan metode yang tepat dan berfariasi yang sesuai dengan materi yang diajarkan oleh karakteristik peserta didik.
            Penggunaan metode roll playing dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi penggolongan hewan secara sederhana
Penggolongan Hewan Berdasarkan :
Tempat Hidup
Berkembang Biak
Makanannya
Amphipi
Vivipar
Herbivora
Darat
Ovipar
Karnivora
Air

Omnivora
            Pada gambar di atas adalah tabel penggolongan hewan yang dipasang pada papan tulis berdasarkan pengalaman/ eksperimen siswa. Secara bergiliran guru menanyakan nama hewan yang dipegang.

D.   Manfaat  Pembelajaran
            Metode mengajar merupakan unsur penting dalam serangkaian kegiatan pembelajaran, juga merupakan unsur penting yang menanyakan.
            Manfaat metode mengajar yang tepat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a)      Sebagai alat dalam mencapai tujuan
b)      sebagai gambaran aktifitas yang akan ditempuh selama pembelajaran
c)      sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan pembelajaran yang selanjutnya

I.   Identifikasi Masalah
            Kesulitan dalam menerima materi pelajaran dapat terjadi pada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Kesulitan siswa dapat diketahui ketika dilakukan test hasil siswa tergolong rendah atau kurang dari KKM. Pada saat menyelesaikan soal IPA tentang penggolongan hewan secara sederhana dan yang diperoleh tidak tuntas dalam menyelesaikan soal tentang konsep IPA dan penyelesaian masalah tentang penggolongan hewan secara sederhana, siswa dihadapkan pada kosa kata yang baru seperti Herbivora, Karnivora, Omnivora, Vivipar, dan Ovipar.
            Dari hasil musyawarah tersebut dapat diidentifikasi berbagai kelemahan dalam pembelajaran diantaranya :
1.      Siswa banyak yang ramai saat pembelajaran
2.      Banyak siswa yang masih pasif mengikuti pelajaran
3.      Banyaknya kosa kata baru yang membingungkan siswa
4.      Guru kurang kreatif dalam pembelajaran
5.      Penjelasan guru terlalu cepat
6.      Guru kurang memberikan contoh kongkrit  yang mudah dipahami siswa sehingga pelajaran menjadi tidak menarik

II.   Analisis Masalah
            Hasil pengamatan pembelajaran pada 33 siswa kelas III, pada test individu terdapat 8 siswa yang tuntas dan 25 siswa yang tidak memenuhi  standar KKM. Dengan KKM IPA 6,5 sehingga prosentase ketuntasan baru mencapai 24,24% dan yang tidak tuntas 75.76% untuk itu diadakan perbaikan
           
            Alternatif dan prioritas pemecahan masalah
            Melalui refleksi dan diskusi dengan teman sejawat. Peneliti menerapkan alternatif tindakan atau menginterpretasikan hasilnya yaitu :
1.      Dengan pendekatan kontekstual yaitu pendekatan yang mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan anak didik, guru dapat menggunakan alat peraga benda kongkrit agar mudah dipahami siswa
2.      guru menggunakan metode rolling  playing, siswa bermain