Minggu, 21 Agustus 2016

contoh karya tulis STUDY TOUR BANDUNG - JAKARTA



STUDY TOUR
BANDUNG -  JAKARTA
Disusun Sebagai Syarat Kenaikan Kelas IX Madrsah Tsanawiyah Al Bidayah  Candi Bandungan  Tahun Pelajaran 2016/2017











Disusun Oleh  :
1.             Ahmad Al Mubarok                     ( VIII B )
2.            Rohmatan Lil Alamin                    ( VIII B)












YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) AL BIDAYAH
MADRASAH TSANAWIYAH AL BIDAYAH
CANDI  BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG
TAHUN 2016

HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis ini telah disetujui dan disahkan oleh guru pembimbing sebagai syarat kenaikan kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al Bidayah Candi Bandungan Tahun Pelajaran 2016/2017


Hari                 :..........................................
Tanggal           :..........................................


                                                            Mengetahui :

Kepala Madrasah                                                        Guru Pembimbing


Fithriya Agustina S.Pd                                             Arwan Suparwanto, S.Pd






MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO 
1.      Tuntutlah ilmu hingga negeri Jiran
2.      Bukan teman yang menentukan hidup kita, tapi kita sendiri
3.      Ilmu yang tidak diamalkan adalah kosong
4.      Pekerjaan yang tidak dikerjakan adalah sia-sia
5.      Kepercayaan pada diri sendiri adalah rahasia utama untuk mencapai kesuksesan
6.      Kesuksesan berasal dari kemauan dan kesunguhan hati
7.      Buku adalah Sumber ilmu
8.      Hanya dengan pendidikan terbuka alam pikiran dan perasaan untuk mendapat kebahagiaan, kesejahteraan
9.      Gunakan waktumu untuk belajar
10.  Pengalaman adalah guru terbaik
PERSEMBAHAN
 Karya tulis ini penyusun persembahkan kepada :
1.      Ibu Fithriya Agustina, S.Pd selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Bidayah Candi Bandungan
2.      Bapak Arwan Suparwanto, S.Pd  selaku guru pembimbing penyusun karya tulis
3.      Ibu Lidya Ika Handayani selaku guru Bahasa Indonesia
4.      Seluruh dewan guru dan staff karyawan MTs Al Bidayah Candi
5.      Kedua orang tua kami yang telah memberi dukungan baik moral maupun materi
6.      Teman-teman dan pembaca


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr . Wb
  
Dengan ridlo Allah SWT kami telah dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik tidak ada halangan apapun. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya  yang tiada terhingga serta sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karya tulis ini kami susun sebagai syarat kenaikan dari kelas VIII ke kelas IX MTs Al Bidayah Candi, judul  Bandung - Jakarta”. Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, meskipun kami sudah berusaha semaksimal mungkin hal ini karena keterbatasan pada materi yang kami dapatkan namun demikian pada akhirnya dapat di selesaikan dan kesemuanya itu tidak terlepas dari bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan  ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Ibu Fithriya Agustina, S.Pd selaku kepala Madrasah Tsanawiyah Al Bidayah Candi Bandungan
2.      Bapak Arwan Suparwanto, S.Pd  selaku pembimbing  penyusun karya tulis.
3.      Teman-teman dari berbagai pihak yang banyak membantu penyusunan karya tulis ini hingga selesai
Pada akhirnya kami berharap Laporan karya tulis ini dapat berguna dan bermanfaat untuk semua pihak.
            Wassalamualaikum Wr .Wb
                                                                                                Penyusun




DAFTAR ISI
     HALAMAN  JUDUL ............................................................................ i
     HALAMAN  PENGESAHAN ..............................................................  ii
     HALAMAN  MOTTO DAN PERSEMBAHAN...................................  iii
     KATA  PENGANTAR ..........................................................................  iv
     DAFTAR  ISI ........................................................................................   v
     BAB I PENDAHULUAN .....................................................................  1
A.    Latar Belakang...........................................................................   1
B.     Tujuan  .......................................................................................   1
C.     Manfaat  ....................................................................................   1
D.    Waktu Pelaksanaan ....................................................................  1
E.     Metode pengumpulan data .........................................................  1
F.      Sistematika Penulisan..................................................................  2
    BAB I  ISI  ..............................................................................................  4
1.      Coca-Cola Semarang...................................................................  4
2.      Makam Al Habib Ahmad Bin Abdulah bin Thalib Alatas...... 5
3.      Museum Geologi......................................................................... 7
4.      Trans Studio Bandung................................................................   8
5.      Cibaduyut....................................................................................  8
6.      TMII............................................................................................  9
7.      Museum IPTEK.........................................................................    11
8.      Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya..........................    12
9.      Monumen Nasional...................................................................     16
BAB II  PENUTUP....................................................................................   19
A.    Kesimpulan.................................................................................   19
B.     Saran –saran................................................................................  19
Daftar Pustaka




BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
      Kegiatan Study Tour MTs Al Bidayah Candi adalah kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan bagi siswa MTs Al Bidayah Candi. Kegiatan ini mempunyai tujuan agar siswa dapat memperoleh tambahan pengetahuan, hiburan, tetapi juga tetap melaksanakan kegiatan ziarah.
Study Tour adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah dan memupuk pengetahuan siswa. Setelah karya wisata, siswa diwajibkan untuk membuat karya tulis. Karya tulis adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan. Laporan karya tulis ini merupakan tugas bagi semua Siswa kelas VIII. Dalam penyusunan karya tulis ini, siswa diharapkan dapat melaporkan segala pengetahuan dan pengalamannya yang diperoleh selama menjalankan Study Tour. Pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti study tour semoga dapat bermanfaat bagi penulis. Dan untuk mengenang apa saja yang sudah dialami diwaktu Study Tour di Bandung-Jakarta dan kita dapat mempelajari sejarah- sejarah yang sudah dirangkum dan dicatat. Dan dapat menikmati keindahan tempat wisata yang ada di Bandung-Jakarta.

B. Tujuan
1.      Melaksanakan kegiatan sekolah yang diadakan setiap tahun.
2.      Menambah wawasan tentang daerah wisata di Bandung-Jakarta.
3.      Menambah pengetahuan/ pengalaman.
4.      Mengetahui sejarah dahulu kala.
5.      Menambah ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah,mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Bandung-Jakarta, dan dapat mengetahui seluk beluk tempat-tempat wisata yang ada di Bandung-Jakarta.
6.      Untuk nilai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.
 C. Manfaat
1.      Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca efektif
2.      Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber
3.      Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan
4.      Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan
5.      Meningkatkan perorganisasian fakta/ data secara jelas dan sistematis
6.      Memperoleh kepuasan intelektual
7.      Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber
D. Waktu  Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan  pada :
Hari                       : Selasa-Jum’at
Tanggal                 : 24-27 Mei 2016

E.  Metode Pengumpulan Data
Metode – metode yang kami gunakan adalah :
1.       Interview / wawancara
Metode ini dengan mengadakan wawancara langsung kepada pemandu wisata setempat.
2.       Observasi / pengamatan langsung
Metode ini dengan mengamati langsung obyek – obyek wisata tersebut.
3.       Dokumentasi
Metode ini dengan menggunakan brosur–brosur yang ada di tempat – tempat wisata biasa juga dengan foto–foto di tempat–tempat wisata.

F. Sistematika Penulisan
     HALAMAN  JUDUL
     HALAMAN  PENGESAHAN
     HALAMAN  MOTTO DAN PERSEMBAHAN
     KATA  PENGANTAR
     DAFTAR  ISI
     BAB I   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan
C.     Manfaat
D.    Waktu Pelaksanaan
E.     Metode pengumpulan data
F.      Sistematika Penulisan
    BAB II   ISI 
1.      Coca-Cola Semarang
2.      Makam Al Habib Ahmad Bin Abdulah bin Thalib Alatas
3.      Museum Geologi
4.      Trans Studio Bandung
5.      Cibaduyut
6.      TMII
7.      Museum IPTEK
8.      Monumen Pancasila dan Lubang Buaya
9.      Monumen Nasional
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
Daftar Pustaka











BAB II
ISI
1.      COCA – COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA SEMARANG
            Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf  C akan tampak menonjol untuk periklanan.  Kemudian,  ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.
Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.
Pada tanggal 1 November 1974, telah resmi didirikan Perusahaan Coca – Cola di Jawa Tengah yang dirintis oleh dua orang pengusaha yaitu Bapak Partugis Hutabarat ( Almarhum ) dan Bapak Mugijanto. Nama yang dipilih adalah PT.  Pan Java Bottling Company, dengan diatas lahan seluas 8,5 ha, lalu mulai beroperasi pada tanggal 5 Desember 1976.  Pada bulan April 1992  PT. Pan Java Bottling Company bergabung  dengan Coca – Cola Amatil Australia, karena perkembangan perusahaan yang begitu cepat. Maka sejak itulah namanya berubah menjadi PT. COCA – COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA. Namun sejak tanggal 1 Juni 2002 mananya berubah lagi menjadi PT. COCA – COLA BOTTLING INDONESIA (CCBI) CENTRAL JAVA OPERATIONS, sedangkan untuk distributornya bernama PT. COCA – COLA DISTRIBUTION INDONESIA (CCDI)

2.      Makam Habib Ahmad Bin Abdulah bin Thalib Alatas
Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas dilahirkan di kota Hajeriem, Hadramaut, pada tahun 1255 H. Pada masa kecilnya, beliau mendapat didikan langsung dari ayah beliau Al-Habib Abdullah bin Thalib Alatas. Setelah dirasakan cukup menimba ilmu dari ayahnya, beliau kemudian meneruskan menuntut ilmu kepada para ulama besar yang ada di Hadramaut. Diantara para guru beliau adalah :
1.      Al-Habib Hasan bin Ali Alkaff
2.      Al-Habib Al-Qutub Sholeh bin Abdullah Alatas
3.      Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alatas
4.      Al-Habib Al-Qutub Thahir bin Umar Alhaddad
5.      Al-Habib Al-Qutub Idrus bin Umar Alhabsyi
6.      Al-Habib Ahmad bin Hasan bin Sholeh Al-Bahar
7.      Al-Habib Muhammad bin Ibrahim Balfagih
Setelah ditempa oleh para ulama besar bahkan para Qutub yang ada di Hadramaut saat itu, keinginan beliau untuk menuntut ilmu seakan tak pernah luntur dan pupus. Hasrat beliau untuk menambah ilmu sedemikian hebat, sehingga untuk itu beliau kemudian melakukan perjalanan ke kota Makkah. Beliau banyak menjumpai ulama-ulama besar yang tinggal di kota Makkah saat itu. Kesempatan baik ini tak beliau sia-siakan. Beliau berguru kepada mereka. Diantara ulama-ulama besar yang menjadi guru beliau disana adalah :
1.      As-Sayyid Al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan (Mufti Makkah saat itu)
2.      Al-Habib Abdullah bin Muhammad Alhabsyi
3.      Asy-Syaikh Muhammad bin Said Babsail
4.      Al-Habib Salim bin Ahmad Alatas
Beliau Al-Habib Ahmad dengan giat dan tekun mengambil ilmu dari mereka. Sehingga tak terasa sudah 12 tahun beliau jalani untuk menimba ilmu disana. Beliau terus mengembangkan keilmuannya, sehingga kapasitas beliau sebagai seorang ulama diakui oleh para ulama kota Makkah saat itu. Beliau kemudian dianjurkan oleh guru beliau, As-Sayyid Al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan, untuk memulai terjun ke masyarakat, mengajarkan ilmu dan berdakwah. Mula-mula beliau berdakwah di pinggiran kota Makkah. Beliau tinggal disana selama 7 tahun. Dalam kurun waktu itu, kegiatan dakwah selalu aktif beliau lakukan disana. Kemudian beliau berkeinginan untuk melanjutkan perjalanan dakwah beliau ke Indonesia. Beliau sampai disini diperkirakan sekitar tahun 1295-1300 H. Setibanya beliau di Indonesia, beliau menuju ke kota Pekalongan dan menetap disana.
            Di kota Pekalongan beliau selalu aktif meneruskan kegiatan-kegiatan dakwahnya. Beliau tidak ambil pusing dengan urusan-urusan duniawi. Semua fikrah beliau semata ditujukan untuk kepentingan dakwah. Waktu beliau selalu terisi dengan dakwah, ibadah, dzikir kepada Allah dan rajin membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain itu, ilmu beliau selalu tampak bercahaya, terpancar melalui akhlak beliau yang mulia. Beliau selalu berperilaku baik, penyayang dan lemah lembut terhadap sesama.
Akan tetapi itupun tidak meniadakan sikap beliau yang selalu ber-nahi mungkar. Jika beliau melihat seseorang yang melakukan suatu kemungkaran, beliau tidak segan-segan untuk menegurnya. Perkataan-perkataan yang keluar dari mulut beliau, selalu beliau ucapkan dengan shidq. Beliau tidak perduli terhadap siapapun jika ada hak-hak Allah yang dilanggar di hadapan beliau. Sehingga berkat beliau, izzul Islam wal Muslimin tampak terang benderang, menyinari kota Pekalongan. Disamping itu, dari sebagian jasa-jasa baik beliau, beliau membangun beberapa masjid dan madrasah Salafiyah, yang berjalan pada thariqah para salaf beliau yang shaleh. Rumah beliau selalu penuh dengan tamu dan beliau sambut dengan ramah-tamah. Inilah akhlak beliau yang mensuri-tauladani akhlak dan perilaku datuk-datuk beliau.
            Sampai akhirnya beliau dipangil ke hadratillah, pergi menuju keridhaan Allah. Beliau wafat pada tanggal 24 Rajab 1347 H di kota Pekalongan dan dimakamkan disana. Masyarakat berbondong-bondong mengiringi kepergian beliau menghadap Allah. Derai keharuan sangat terasa, membawa suasana syahdu. Selang setahun kepergian beliau, untuk menghidupkan kembali kesuri-tauladan dan mengenang jasa-jasa baik beliau, setiap tahun di kota tersebut diadakan Haul beliau. Haul tersebut banyak dihadiri oleh berbagai kalangan umat Islam. Mereka berduyun-duyun dari berbagai kota hadir disana, demi mengenang kehidupan beliau, demi menjemput datangnya nafaahat dan imdaadat.
3.      Museum Geologi
Museum Geologi berlokasi di jantung kota Bandung, tepatnya di Jalan Diponegoro Nomor 57, dekat Kebun Binatang Bandung. Karena lokasinya yang strategis, wisatawan bisa dengan mudah mencapai Museum Geologi menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum (angkot). Di sekeliling Museum Geologi, wisatawan bisa menemukan berbagai bangunan penting kota Bandung seperti Gedung Sate, Gereja Kristen Indonesia, dan Universitas Padjajaran. Amaris Hotel Cimanuk dan Holiday Inn Bandung adalah contoh-contoh hotel yang lokasinya berdekatan dengan Museum Geologi.
Alamat Museum Geologi Bandung:
Jl. Diponegoro No. 57
Bandung, 40122
Jawa Barat – Indonesia
Jam Kunjungan Museum Geologi
Berikut adalah rincian jam operasional Museum Geologi Bandung:
  • Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.00 WIB
  • Sabtu & Minggu pukul 09.00 – 13.00 WIB
*Museum Geologi tutup setiap hari Jumat dan libur nasional untuk pengecekan dan pemeliharaan benda-benda koleksi.
Tiket Masuk Museum Geologi
Berikut adalah rincian harga tiket masuk Museum Geologi Bandung:
  • Pelajar / Mahasiswa: Rp2.000 per orang
  • Wisatawan Umum: Rp3.000 per orang
  • Wisatawan Asing: Rp10.000 per orang
4. TRANS STUDIO - BANDUNG
            Trans Studio di Bandung sebenarnya adalah satu dari tempat wisata Indoor theme Park yang ada di Indonesia,karena sebelumnya Trans Studio juga sudah dibangun di Makasar terlebih dahulu.Akan tetapi kelebihan Trans Studio yang ada di Bandung menurut versi realease website resminya indoor Theme Park Terbesar,terdahsyat dan lebih spektakuler dibandingkan dengan yang ada Trans Studio Makasar.
Perlu diketahui, bahwa salah satu Tempat wisata anak-anak favorit di Bandung ini memang sungguh luar biasa. Coba saja baca dengan jargon Trans Studio Bandung  yang berisi kalimat yang sangat spektakuler” selamat datang di dunia penuh keajaiban dan membawa mimpi jadi kenyataan”. Penulis yakin dan anda yang pernah ke sini juga pasti percaya bahwa apa yang mereka “Jargonkan” itu benar-benar memang spektakuler. Dan buktinya sudah ada, bahwa Trans Studio Bandung dalam beberapa tahun setelah dibuka untuk umum mampu menarik ratusan ribu pengunjung atau wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mencoba sensasi berbagai wahana atau arena permainan di Trans Studio Bandung yang memiliki 20 wahana permainan yang menantang dan mendebarkan dan juga aneka wahana wisata keluarga yang spesial lainnya. Trans Studio Bandung yang dibuka untuk khalayak umum tepat pada bulan Juni 2011.
5.   CIBADUYUT
Pusat perbelanjaan oleh-oleh di bandung adalah disini,cibaduyut.di cibaduyut banyak terjual baju,sepatu,dan oleh-oleh makanan lainnya,cibaduyut adalah pasar penjualan sepatu terkenal di bandun.Cibaduyut adalah salah satu pasar sepatu terpanjang di dunia, dimana di lokasi tersebut merupakan sentra penjualan sepatu hasil kreasi para pengrajin yang ilmu pembuatannya didapat secara turun menurun.Pada tahun 1989 pemerintah R.I meresmikan cibaduyut ini sebagai daerah tujuan wisata.
Kalau ada kesempatan piknik ke Bandung, jangan lupa mampir ke pusat sepatu dan tas Cibaduyut.selain barangnya beragam barang-barang ini sangat murah bagi kita yang mungkin sedang memiliki uang pas-pasan,karna itu jika berlibur di bandung dan tidak menyempatkan ke cidaduyut rugi rasanya.
Di sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung, kita bisa melihat toko-toko yang berjejer memajang dagangan yang didominasi oleh tas dan sepatu. Kalau kita masuk ke dalamnya, kita dapat menemukan lebih banyak lagi. Ada pakaian termasuk jaket kulit, tas kulit, tas gendong, dompet, ikat pinggang, boneka, sandal, dan lain-lain. Harganya pun bervariasi, mulai dari beberapa puluh ribu saja sampai dengan ratusan ribu rupiah. Sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung banyak berdiri toko toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Semua ukuran sepatu dapat dibuatkan di sini. Daerah ini terkenal karena harga yang mereka tawarkan cukup murah, dan kwalitas yang cukup bagus.
Kita bisa melihat toko-toko yang berjejer memajang dagangan yang didominasi oleh tas dan sepatu. Jika kita masuk ke dalamnya, kita dapat menemukan lebih banyak lagi. Ada pakaian termasuk jaket kulit, tas kulit, tas gendong, dompet, ikat pinggang, boneka, sandal, bahan kulit untuk mebuat sepatu atau sendal dan laiWisata Belanja Sepatu Cibaduyut Berkualitas di Bandung.

6.   TMII
            Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 250 kilometer persegi. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah Taman Mini Indonesia Indah   terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan Taman Mini Indonesia Indah sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
ASAL USUL SEJARAH TMII
Adalah Siti Hartinah Soeharto—yang akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto—mempunyai gagasan membangun kawasan wisata Taman Mini “Indonesia Indah”.
Prakarsa itu diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual.
Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK), yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968, Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan Miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No. 8, Jakarta.
            Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna, dan unsur budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia.
Gagasan itu dilandasi, antara lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Tanggal 30 Januari 1971, pada penutupan Rapat Kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh Presiden, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan Miniatur Indonesia “Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung pembangunan proyek tersebut. Pada tanggal 11 Agustus 1971, dengan surat YHK, Ibu Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan.Tugas itu selesai dalam waktu 3,5 bulan.
Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah Cempaka Putih, di atas tanah seluas + 14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyarankan lokasi di daerah sekitar Pondok Gede, Kecamatan Pasar Rebo, dengan luas tanah ± 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti perkembangan kota Jakarta di kemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniatur Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan-bangunan lain dalam ukuran yang sebenarnya. Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung Pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan.
Rancangan bangunan lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek, sedang Nusa Consultants hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan. Berkat kegotong-royongan semua potensi nasional:
masyarakat di sekitar lokasi, pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsur masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai. Pada tanggal 20 April 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan pembukaannya oleh Presiden Soeharto.

7.   Museum  IPTEK
           Peragaan di PP IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur. Momok mengenai ilmu pengatahuan dan teknologi yang serius dan membosankan terbantahkan. Pengunjung dapat mengembangkan motivasi dalam memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah dan berkesan melalui 250 alat peraga yang bisa disentuh, dipegang, dan dimainkan. Peraga disiapkan untuk anak-anak dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan disediakan lembar kerja sains yang akan memandu anak didik untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi agar lebih terarah dan intensif. Beberapa alat peraga menantang, misalnya sepeda layang, roket air, try science, generator van de graft, dan simulator gempa bumi. Kegiatan yang ditawarkan kepada pengunjung beragam dan disesuaikan dengan sasaran: untuk tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Umum (SMU), dan keluarga; meliputi sanggar kerja dan demo ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan perancangan alat peraga, science fair, pelatihan proses Ilmu Pengetahuan Alam, pelatihan peduli lingkungan hidup, science camp, peneropongan bintang, aneka lomba kreatifitas dan kuis, dan lomba perancangan alat peraga. Di samping itu pengunjung bisa menyaksikan film-film ilmiah yang diputar di ruang auditorium berkapasitas tempat duduk 130 orang untuk menambah ilmu pengetahuan yang menghibur dan dapat memahami sains dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Pusat Peragaan IPTEK tidak hanya menyediakan sarana untuk penduduk Jakarta dan sekitarnya, melainkan juga memiliki program kegiatan outreach ke mall dan pusat keramaian, desa, sekolah, dan daerah dengan membawa peralatan peraga yang bersifat portable.

8.   Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya
 Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektar. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.
Keenam pahlawan revolusi tersebut adalah:
  • Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
  • Mayjen TNI R. Suprapto
  • Mayjen TNI M.T. Haryono
  • Mayjen TNI Siswondo Parman
  • Brigjen TNI DI Panjaitan
  • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
      Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.Monumen yang terletak di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ini, berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G30S - PKI, seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi.

Sejarah Dibangunnya Monumen Pancasila Sakti
            Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 9 Hektar, atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto. Dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis. Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah barat, Taman Mini Indonesia Indah.
Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai tempat pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S).
Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S. Sumur tua itu berdiameter 75 Cm.
Kompleks Monumen
            Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 9 Hektar dan tediri dari beberapa tempat yang bersejarah Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Sumur Tua tempat membuang jenazah 7 Pahlawan Revolusi, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, Mobil-Mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi dan Museum Paseban.
Museum Pengkhianatan PKI (Komunis)
            Museum Pengkhianatan PKI menceritakan sejarah pemberontakan-pemberontakan PKI yang bertujuan menggantikan dasar negara Pancasila dengan komunis yang bertentangan dengan Pancasila, sampai pada pemberontakan kedua yang terkenal dengan nama Gerakan Tiga Puluh September atau G-30-S/PKI, diawal pintu masuk kita akan disambut dengan beberapa koleksi foto Pemberontakan PKI, Pengangkatan Jenazah 7 Pahlawan revolusi, dan beberapa diorama yang menceritakan tentang Pemberontakan PKI di berbagai Daerah di Indonesia.
Sumur Maut
            Sumur Tua ini adalah tempat membuang 7 Pahlawan Revolusi: - Jend. Anumerta Ahmad Yani - Mayjen. Anumerta Donald Isaaccus Panjaitan - Letjen. Anumerta M.T. Haryono - Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean - Letjen. Anumerta Siswandono Parman - Letjen. Anumerta Suprapto - Mayjen. Anumerta Sutoyo Siswomiharjo. Jenazah ke-7 pahlawan itu ditemukan di sebuah sumur tua yang sekarang dinamai Lubang Buaya , di daerah Lubang Buaya , dekat lapangan terbang Halim Perdanakusumah, Jakarta. Sedangkan jenazah Brigjen Katamso Dharmakusumo dan Kol. Sugiyono Mangunwiyoto ditemukan di Desa Kentungan, Yogyakarta. Selain itu, gugur pula AIP II Brimob Karel Sasuit Tubun dan Ade Irma Suryani Nasution, putri dari Jend. A.H: Nasution.
Rumah Penyiksaan
        Rumah Penyiksaan adalah tempat para Pahlawan Revolusi disiksa untuk menandatangani surat pernyataan untuk mendukung komunisme di Indonesia, mereka disiksa seblum akhirnya dibunuh, ditempat ini ditampilkan diorama penyiksaan 7 pahlawan Revolusi beserta kisah dimulainya Pemberontakan PKI, dahulu tempat ini merupakan sebuah sekolah rakyat atau sekarang lebih dikenal SD dan dialih fungsikan oleh PKI sebagai tempat penyiksaan kejam para Pahlawan Revolusi.
Pos Komando
        Tempat ini adalah milik seorang penduduk RW 02 Lubang Buaya bernama Haji Sueb. Tampat ini dipakai oleh pimpinan G/30S/PKI yaitu Letkol Untung dalam rangka perencanaan Penculikan terhadap 7 Pahlawan Revolusi, didalamnya masih ada barang-barang asli yang menjadi saksi bisu kekejaman PKI seperti : 3 buah Petromaks, Mesin Jahit, dan Lemari Kaca.
Dapur Umum
         Tempat ini sebenarnya sebuah rumah yang dialihfungsikan oleh PKI sebagai dapur Umum, rumah yang statusnya milik Ibu Amroh ini dipakai sebagai tempat sarana konsumsi anggota G30S/PKI, oleh karaena itu Ibu Amroh yang sehari-harinya berjualan Pakaian keliling meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci dan diperintahkan oleh para anggota PKI untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan terkunci, tetapi saat kembali ternyata rumahnya sudah dalam keadaan berantakan, hanpir semua benda di rumah tersebut menghilang.
Museum Paseban
         Museum Paseban yang terletak di Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Oktober 1981 bertepatan dengan Dwi Wndu Hari Kesaktian Pancasila, didalam ruangan ini terdapat beberapa diorama sebagai berikut:
  • Rapat-Rapat Persiapan Pemberontakan (September 1965)
  • Latihan sukarelawan di Lubang Buaya (5 Juli-30 September 1965)
  • Penculikan Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani (1 Oktober 1965)
  • Penganiayaan di Lubang Buaya (1 Oktober 1965)
  • Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma (2 Oktober 1965)
  • Pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi (4 Oktober 1965)
  • Proses lahirnya Supersemar (11 Maret 1966)
  • Pelantikan Jenderal Soeharto sebagai Presiden (12 Maret 1967)
Tindak Lanjut Pelarangan PKI (26 Juni 1982)
        Usaha terhadap Pemerintah RI dan mengganti dasar negara Pancasila telah dua kali dijalankan, yang pertama pada tahun 1948, dikenal sebagai pemberontakan PKI Muso di Madiun dan yang kedua ialah pemberontakan G 30 S PKI dalam bulan September 1965. Selain itu tempat ini juga terdapat Foto ke 7 Pahlawan Revolusi, yang ukuran foto tersebut sudah diperbesar dari aslinya. Dan adanya Ruang Relik yang merupakan tempat dipamerkannya barang-barang, terutama pakaian yang mereka kenakan ketika mereka d culik, di siksa, sampai akhirnya di bunuh, berikut dengan hasil visum dari dokter. Selain itu terdapat pula Aqualungsebuah alat bantu pernapasan yang digunakan untuk mengangkat jenazah 7 Pahlawan Revolusi dari dalam sumur tua.
Selain itu terdapat pula Ruang Teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, Pemakaman ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan lain-lain, masa putar rekaman ini kurang lebih 30 menit. Dan terdapat Ruang pameran Foto yang menyajikan foto-foto pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi dan pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

9. Monumen Nasional
Monas atau Monumen Nasional  merupakan icon kota Jakarta. Terletak di pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961. Monas selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat keindahan kota Jakarta dari puncak Monas, menambah wawasan sejarah Indonesia di ruang diorama ataupun menikmati segarnya hutan kota seluas kira-kira 80 hektar di tengah kota Jakarta. Setiap hari libur, Monas selalu dikunjungi banyak wisatawan. Di sini Anda bisa menikmati banyak jenis wisata dan bahan pendidikan. Anda bisa menaiki monumen yang menjulang tinggi hingga ke puncak Monas. Anda juga dapat berolahraga bersama teman dan keluarga. Anda juga bisa menikmati taman yang indah dengan berbagai pepohonan yang rimbun dan asri. Atau Anda bisa menikmati hiburan air mancur yang menarik.
Sejarah Monas                                                 
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975. Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.
Ukuran dan Isi Monas
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.
  • Lidah Api
Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.
  • Pelataran Puncak
Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.
  • Pelataran Bawah
Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.
  • Museum Sejarah Perjuangan Nasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.
Taman Monas
Kita juga dapat menghilangkan rasa jenuh dengan menikmati Taman Monas, yaitu sebuah hutan kota yang dirancang dengan taman yang indah. Di taman ini dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja didatangkan dari  Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu, juga dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun keluarga. Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur menari. Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton pada malam hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah sesuai alunan lagu yang dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan laser berwarna-warni pada air mancur ini.
            Bagi  yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman Monas, pun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk pijak sambil dipijat refleksi. Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa digunakan siapapun. Jika lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, dapat menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka secara gratis untuk umum.

















BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
1.       Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton
2.      Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas dilahirkan di kota Hajeriem, Hadramaut, pada tahun 1255 H
3.      Museum Geologi berlokasi di jantung kota Bandung, tepatnya di Jalan Diponegoro Nomor 57, dekat Kebun Binatang Bandung
4.      Trans Studio di Bandung sebenarnya adalah satu dari tempat wisata Indoor theme Park yang ada di Indonesia
5.      Cibaduyut terkenal kerajinan sepatunya adalah sebuah daerah di sekitar kota Bandung bagian selatan.
6.      Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur
7.      Peragaan di PP IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur
8.      Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
9.      Monas  merupakan icon kota Jakarta, didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961
     
B.  SARAN
1.      Sebagai pengunjung yang baik kita harus memperhatikan dan melaksanakan tata tertib.
2.      Jangan mencoret-coret fasilitas yang ada.
3.      Buanglah sampah pada tempatnya.
4.      Sebagai pelajar yang baik kita harus menjaga ketertiban dan kesopanan.




DAFTAR PUSTAKA


















Lampiran-lampiran
foto
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar