Senin, 15 Agustus 2016

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS KEGIATAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK USIA DINI TAMAN PENITIPAN ANAK IMAM ASY SYAFI’I KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG



LAPORAN
PENELITIAN DAN ANALISIS KEGIATAN PENGEMBANGAN
KEMAMPUAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK USIA DINI

TAMAN PENITIPAN ANAK IMAM ASY SYAFI’I
KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG








Oleh :
SRI MUGI
NIM : 823249959



UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ SEMARANG
2016
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL
:
ANALISIS KEGIATAN PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI - NILAI AGAMA MELALUI BELAJAR SAMBIL BERMAIN   DI TPA ASY SYAFI’I
NAMA MAHASISWA
:
SRI MUGI
NIM
:
823249959
PROGRAM
:
S1 PG PAUD
TEMPAT PENELITIAN
:
TPA ASY SYAFI’I
KECAMATAN JAMBU KAB. SEMARANG
WAKTU PENELITIAN
:
21  MARET 2016
Genting, 22  Maret  2016
Kepala TPA ASY SYAFI’I


Slamet Tri Yuhana
Mahasiswa


Sri Mugi

Mengetahui,
Supervisor



SUYADI, S.Pd,. M.Pd
NIP : 196104151986021006
KATA PENGANTAR
·         Alhamdulillah saya ucapkan, berkat rahmat, taufik dan hidayah Allah SWT saya dapat menyusun dan menyampaikan laporan analisis kegiatan pengembangan pendidikan anak usia dini yang berjudul “Analisis Kegiatan Pengembangan Moral dan Nilai-nilai agama di Taman Penitipan Anak Asy syafi’i”
·         Laporan penelitian ini disusun dalam rangka memperoleh nilai mata kuliah Analisis Kegiatan Pengembangan Kemampuan Pendidikan Anak Usia Dini yang merupakan mata kuliah bagi mahasiswa Fakultas keguruan ilmu pendidikan universitas terbuka UPBJJ Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan sebagai bekal pengalaman calon pendidik anak usia dini.
·         Saya menyadari penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan dan partisipasi berbagai pihak, oleh karena itu saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian laporan ini.
·         Akhirnya semoga laporan ini membawa manfaat bagi siapa saja yang membacanya, amiin.
           
Genting, 22  Maret 2016
Sri Mugi
NIM : 823249959





DAFTAR ISI
B. Saran. 13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak usia dini. Pola asuh dan segala sesuatu yang  diberikan dalam lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya. Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan (golden age) untuk pertumbuhan dan perkembangan. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan meletakkan dasar-dasar  pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama.
            Anak adalah juga bagian dari masa kini dan pemilik masa depan, anak merupakan aset keluarga, masyarakat dan bangsa, sehingga harus mendapatkan perawatan pengasuhan serta pembinaan jasmani, mental, spiritual dan sosial secara optimal sejak dini.
            Kebutuhan akan adanya Taman Penitipan Anak dimulai dengan munculnya kesadaran orang tua akan pentingnya pengasuhan dan pendidikan sejak dini pada keluarga kelas menengah ke bawah. Hal ini dipicu oleh kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan keluarga tersebut memperkerjakan seorang pengasuh. Oleh karena itu muncullah sebuah lembaga yang menggantikan fungsi pengasuhan dan pendidikan bagi anak pda saat orang tua bekerja. Kebutuhan akan Taman Penitipan Anak juga semakin penting karena keberadaan lembaga tersebut dapat membantu orang tua membentuk kepribadian, penanaman nilai-nilai agama, norma, budi pakerti, karakter, kecerdasan, toleransi, etika dan estetika dalam diri anak.
            Terselenggaranya Taman Penitipan Anak Imam Asy Syafi’i di Kebondalem Kecamatan Jambu sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 28 ayat 4 yang mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur non formal berbentuk kelompok bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.
            Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Seiring dengan penggalakan oleh pemerintah, keberadaan TPA-TPA di daerah-daerah juga tergolong baru. Sehingga pengelolaan TPA tersebut masih belum sesuai dengan visi dan misi yang diharapkan. Pengelolaan dan pendidikan yang rata-rata belum mempunyai bekal ilmu perkembangan jiwa anak usia dini, fasilitas yang masih sederhana adalah kondisi-kondisi yang harus segera diperbaiki, jika berharap potensi dasar anak berkembang secara optimal.
           
B.     FOKUS PENELITIAN
Setelah diadakan observasi ke Taman penitipan Anak Imam Asy Syafi’i, kegiatan pengembangan potensi dasar penanaman moral dan nilai-nilai agama, maka fokus penelitian ini adalah pada kegiatan menanamkan moral dan nilai-nilai agama melalui bermain

C.    TUJUAN PENELITIAN
            Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai
a)      Alasan pendidikan kegiatan pengembangan moral dan nilai-nilai agama melalui bermain.
1.      Tujuan pendidik melakukan kegiatan tersebut
2.      Kebijakan yang mendukung kegiatan tersebut.

D.    MANFAAT PENELITIAN
Membuat analisis mengenai kegiatan tersebut
Penelitian ini bermanfaat untuk :
1.      Memberikan masukan terhadap kegiatan pengembangan moral dan nilai-nilai agama di TPA Imam Asy Syafi’i
2.      Melatih peneliti melakukan penelitian kegiatan pengembangan anak
3.      Menganalisis kegiatan anak di lembaga TPA.
4.      Hal-hal yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.












BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    TAMAN PENITIPAN ANAK
1.      Pengertian Taman Penitipan Anak (TPA)
                  Taman Penitipan Anak adalah wahana asuhan kesejahteraan sosial yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk waktu tertentu bagi anak yang orang tuanya berhalangan atau tidak punya waktu untuk memberikan pelayanan kebutuhan kepada anaknya. Taman Penitipan Anak juga sebagai wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak.
Penyelenggaraan TPA sangat dibutuhkan karena munculnya kesadaran orang tua akan pentingnya pengasuhan dan pendidikan sejak dini, karena, TPA memberikan layanan yang terintegrasi dalam bidang gizi, kesehatan dan psikososial kepada anak. Layanan  kesejahteraan sosial kepada anak ini menurut UU no 4 Tahun 1979 diartikan sebagai usaha kesejahteraan sosial yang ditujukan untuk menjamin terwujudnya kesejahteraan anak terutama terpenuhinya kebutuhan pokok anak.
keberadaan Taman penitipan Anak sangat penting karena lembaga tersebut dapat membantu orang tua dalam membentuk kepribadian, norma, budi pekerti, toleransi, penanaman nilai agama dan moral juga dapat menggantikan peran orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan pengasuhan anak.
2.      Jalur dan bentuk layanan TPA
                  Jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau untuk bentuk lain yang sederajat. Hal ini sesuai UU No 20 Tahun 2003 terutama pasal 28 ayat 4.
3.      Bentuk layanan dai TPA
a.       Pelayanan Sosialisasi (melalui berbagai program pembelajaran).
b.      Pelayanan Asuhan (diberikan dalam bentuk perawatan dan bimbingan)
c.       Pelayanan Kesehatan (promosi kesehatan, pengobatan, konsultasi dan pemeliharaan kesehatan)
d.      Pelayanan Konsultasi dan Konseling (untuk orang tua dan anggota keluarga terdekat anak)
e.       Pelayanan Rujukan (menerima dan mengirim anak ke lembaga layanan sosial lain sesuai kebutuhan anak)
f.       Pelayanan Informasi (penyampaian informasi tentang pelayanan anak, pendidikan, eplatihan dan lainnya)
g.      Pelayanan Penguasaan dan Kompetensi yang harus dimiliki anak, setelah mengikuti kegiatan di TPA yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional, seni.
TPA yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pada umumnya memiliki dua karakteristik berbeda yaitu :
1.      TPA yang berkembang dilapisan masyarakat bawah seperti, TPA tipe pasar, rumah sakit dan panti asuhan.
2.      TPA yang berkembang di lapisan kelas menengah ke atas. Kegiatan pada TPA ini adalah sebagai wahana pendidikan dini.
Pada umumnya, penyelenggaraan TPA dilaksanakan oleh yayasan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan hanya sebagian kecil yang diselenggarakan oleh pemerintah. Instansi pembina pada TPA pada aspek kesejahteraan aalah Depdiknas. (Luluk Asmawati, (2008/2.16).




B.     DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN DI TPA
1.      TEMPA
Tempa adalah mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemeliharaan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur serta pendidikan  jasmani sehingga anak memiliki nilai-nilai karakteristik, seperti kuat, lincah, memiliki daya tahan dan disiplin  tinggi yaitu dengan melakukan olah raga, kesehatan anak dan gizi.
2.      ASAH
Asah yang dimaksudkan agar anak usia dini memiliki intelektual yang berkembang, sehat, dan berkualitas. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan untuk menumbuh kembangkan potensi, minat, bakat, apresiasi, persepsi dan kreativitas intelektualitas secara berkelanjutan dan prospektif.
3.      ASIH
Asih pada dasarnya merupakan pendampingan dan perlindungan anak usia dini, sebagai upaya mewujudkan dan menjamin pemenuhan kebutuhan anak, hak kelangsungan hidup, emansipasi, hak tumbuh kembang, hak mendapat perlindungan dari pengasuh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan, misalnya perlakuan kasar dan eksploitasi, serta upaya pembinaan lanjutan dengan mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta hak untuk berpartisipasi penuh dan pendayagunaan waktu luang secara bermanfaat.
4.      ASUH
Asuh dimaksudkan untuk mewujudkan kwalitas kepribadian dan jati diri anak agar memiliki karakteristik berikut :
a.       Integritas, iman, dan taqwa.
b.      Patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan
c.       Rasa tanggung jawab, jiwa kesatria dan sportivitas
d.      Jiwa kebersamaan, demokratis, tahan uji.
e.       Jiwa tanggap, daya kritis dan idealisme
f.       Optimis dan keberanian mengambil resiko
g.      Jiwa kewirausahaan, kreatif dan profesional















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    SUBYEK PENELITIAN
                 Subyek pada penelitian ini adalah anak-anak Taman Penitipan Anak (TPA) Imam Asy Syafi’i.
B.     METODE PENELITIAN
                 Penelitian ini menggunakan metode interpratasi yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena/ gejala yang diteliti di lapangan.
C.    INSTRUMEN PENELITIAN
           Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah:
1.      Observasi yaitu mengamati fenomena yang menarik untuk dijadikan fokus penelitian.
2.      Wawancara yaitu menggali informasi lebih mendalam mengenai fokus penelitian.
3.      Dokumentasi yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas mengenai fokus penelitian.





BAB IV
ANALISIS DATA
A.      TABULASI DATA
            Untuk memudahkan analisis data, maka data  hasil penelitian dibuat tabulasi data sebagai beriukut.
OBSERVASI
WAWANCARA DENGAN GURU
WAWANCARA DENGAN PENGELOLA
DOKUMENTASI
Sebelum masuk kelas anak berbaris didepan kelas dipimpin salah satu temannya dan dibimbing guru, anak melakukan kegiatan fisik motorik (senam) sederhana dengan gembira, sambil berhitung menghafal rukun Islam, rukun shalat, rukun wudhu dikolaborasikan dengan gerakan fisik motorik
Kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang dikemas secara menarik tetapi sudah memasukkan penanaman nilai oral dan agama dengan dimulai dari yang paling sederhana. dikolaborasikan dengan gerakan-gerakan fisik motorik
Ini merupakan program rutinitas sebelum masuk kelas, biasanya banyaknay hitungan tergantung permintaan anak dan guru menyesuaikan dengan materi yang diberikan
Foto kegiatan
Setelah itu anak masuk kelas satu persatu dengan berjalan tegap. dikelas duduk berkeliling dilantai
Membiasakan anak berjalan dengan posisi badan tegak, tangan dan kaki berirama satu-dua-satu-dua.
Melatih berani dan percaya diri tampil didepan teman-temannya
Foto kegiatan
Awal kegiatan didalam kelas guru mengajak berhitung dengan baik arab, menyanyi religi kemudian mengenalkan huruf hijaiyah, menghafal surat pendek
Semua dilakukan dengan permainan, pengenalan huruf hijaiyah, hafalan surat pendek
Anak diajak bermain sambil dikenalkan huruf hijaiyah & hafalan surat pendek
Foto kegiatan
Semua anak mengikuti dengan antusias
Huruf hijaiyah dikenalkan dengan permainan kartu besar sedang hafalan surat pendek anak sambil bermain peran
Kartu besar dibuat dari kardus bekas dan kertas ditulis dengan spidol satu hari cukup 3 menit tiap pengenalan
Foto kegiatan
Anak juga dilatih pembiasaan dan kemandirian .
Sampai kegiatan berakhir
Membaca do’a sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, belajar memakai dan melepas baju sendiri, makan sendiri
Latihan rutin akan sangat membekas di ingatan mereka dan menjadi kebiasaan baik
Foto kegiatan

B.       ANALISIS DATA
            Kegiatan pengembangan moral dan nilai agama pada TPA Imam Asy Syifi’i dilakukan dengan permainan bermaksud mengembangkan potensi dasar perkembangan moral dan nilai-nilai agama sejak dini, mencintai dan mengetahui aturan agamanya berperilaku baik dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan pendapat Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2002) yang menyatakan pada tahapan anak usia dini yang menjadi fokus hasil belajar adalah menanamkan sejak dini pentingnya pembinaan sikap dan perilaku yang dapat dilakukan melalui pembiasaan yang baik. Sehingga menjadi dasar hukum dalam pembentukan pribadi anak yang sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat untuk membantu anak agar tambah menjadi pribadi yang matang dan mandiri.
Kegiatan  menanamkan moral dan nilai-nilai agama untuk anak usia TPA merupakan tantangan tersendiri bagi guru TPA Asy Syafi’i. Disajikan dengan bentuk permainan menimbulkan jalinan kasih sayang antara guru dan murid bagi anak. Anak dapat bebas mengeluarkan dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, berekspresi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi dan belajar secara menyenangkan sesuai dengan pendapat Megawangi (2004) yang menyatakan bahwa pendidik berperan membantu pengembangan perilaku anak, maka pendidik  harus :
1.      Memperlakukan anak didik dengan kasih sayang dan hormat
2.      Memberikan perhatian yang khusus secara individu dimana guru mengerti  permasalahan anak didiknya
3.      Menjadi panutan moral bagi anak didiknya.
            Kegiatan yang dilakukan di TPA Imam Asy Syafi’i yaitu pembiasaan, latihan, keteladanan dan penanaman moral dan nilai-nilai agama melalui bermain akan merangsang kemampuan anak untuk mandiri, perilaku sehat dan berakhlak mulia sesuai dengan pendapat Menik siti Arifah (2004) bahwa pelatihan (training) di bawah bimbingan dan pengawasan akan merangsang untuk bereaksi, dan membangkitkan emosi yang menyenangkan.
            Penataan lingkungan bermain baik didalam maupun diluar benar-benar membuat anak tenggelam dalam suasana pembelajaran perilaku menyenangkan. Karena hal itu dilakukan setiap hari, maka dengan tidak terasa penanaman moral dan nilai-nilai agama ini telah tertanam pada anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Brian Cambourne (1998) mengenai ketenggelaman (immersion) yaitu anak tenggelam dalam satu keadaan, lingkungan dan kondisi yang dipenuhi oleh kegiatan pembiasaan perilaku dan budi pekerti luhur sesuai norma-norma agama.
            Baik secara umum maupun khusus, TPA Asy Syafi’i mempunyai kegiatan yang baik dan terarah yang telah disusun sejalan dengan teori-teori bidang pengembangan moral dan nilai-nilai agama sehinga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.   KESIMPULAN
Berdasarkan tabulasi dan analisis data dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :
1.    TPA Imam Asy Syafi’i telah mempunyai program pengembangan moral dan nilai-nilai  agama yang meletakkan dasar-dasar kuat bagi kemampuan perilaku mandiri dan budi pekerti luhur. Alasan dari pengembangan kegiatan tersebut adalah memfasilitasi anak baik berupa sarana maupun prasarana di TPA dalam meletakkan dasar-dasar kepribadian, kecerdasan, lingkungan sosial dan menjaga kesehatan, serta rasa aman, membekali norma-norma yang terkandung dalam moral dan nilai-nilai agama untuk menjadi manusia yang berbudi luhur dan berakhlak mulia.
2.    Lingkungan TPA yang kondusif, memakai dan dengan alat permainan yang cukup sangat mendukung pencapaian tujuan pengembangan tersebut.
3.    Kerjasama yang baik merupakan hal yang sangat mendukung kelancaran program pengembangan di TPA Asy Syafi’i.
B.  SARAN-SARAN
1.    Dalam pengembangan moral dan nilai-nilai agama perlu diseimbangkan dengan pengembangan kemampuan dasar yang lain agar hasil lebih optimal.
2.    Pengasuh selalu menambah bekal pengetahuan pengembangan kemampuan dasar anak, sehingga TPA Imam Asy Syafi’i bukan sekedar lembaga pengasuhan tetapi juga merupakan Taman Pendidikan Anak Usia Dini yang mengembangkan semua potensi dasar anak secara optimal.
                                            DAFTAR PUSTAKA 

Aisyah, Siti. 2007. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia              Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Asnawati, Luluk. 2008. Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini.     Jakarta: Universitas Terbuka.

Depdiknas, 2004. Kurikulum TK dan RA Standart Kompetensi. Jakarta: Balibang

Depdiknas, 2002. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Balitbang

Gunarti, Winda. 2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar   Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wijaya D, Winarni. 2008. Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.



















Lampiran I
OBSERVASI KEGIATAN PENGEMBANGAN
PADA TAMAN PENITIPAN ANAK (TPA) IMAM ASY SYAFI’I

NO
Hal-hal unik yang ditemukan dalam
ADA
KETERANGAN
1
Model Pengembangan
YA
TIDAK
Di buat sentra
2
Penataan Ruang

Sederhana, Fleksibel, dapat diubah setiap saat menurut kebutuhan
3
Kegiatan yang dilakukan anak

Pelayanan kesehatan, makan, mandi, buang air, bermain sambil belajar
4
Alat peraga yang digunakan

Masih sederhana, boneka, tulisan dari tempel kardus gambar, tulisan huruf hijaiyah dan sebagainya
5
Pengelolaan anak

Diatur menurut tingkat umur
6
Cara pendidik memimpin kegiatan

Lebih banyak melayani kemampuan anak, mengawasi dan melayani











Lampiran II
HASIL WAWANCARA DENGAN PENDIDIK DAN PIMPINAN
TPA ASY SYAFI’I
A.    Wawancara dengan pendidik TPA Imam Asy Syafi’i
1.      Usia berapa sajakah anak asuh yang berada di dalam TPA ini?
Jawab: Usia 2-6 Tahun

2.      Apa perbedaan atau keistimewaan program di TPA ini dengan TPA di tempat lain?
Jawab: TPA ini menanamkan moral dan nilai agama sedini mungkin, mengenalkan Tuhan dan ciptaan Nya, cara sholat, kebiasaan dalam agama Islam, mengenalkan bacaan Al qur’an sejak awal. Disamping itu TPA ini melayani kebutuhan anak tentang makan, kesehatan dan pelayanan permainan yang lain.

3.      Bagaimana cara penyusunan rencana kegiatan untuk anak pada TPA ini?
Jawab: Bersama-sama orang tua, guru bekerjasama bagaimana bisa melaksanakan kegiatan yang seimbang antara di TPA dan dirumah. Semua direncanakan dengan baik dan persiapan yang matang.

4.      Saya melihat anak disini berlatih buang air, dan ganti baju serta makan sendiri. Mengapa ibu melakukan kegiatn ini?
Jawab: Masalah utama ketika anak ditinggal orang tua adalah buang air, ganti baju dan makan, sehingga latihan ini ditujukan untuk membentuk kemandirian anak.

5.      Bagaimana cara melatih anak dalam pengembangan moral dan nilai-nilai agama?
Jawab: Dengan permainan, dengan latihan, pembiasaan, keteladanan, semua itu akan melekat diingatan mereka.

B.        Wawancara dengan Pimpinan TPA Imam Asy Syafi’i
1.      Apa Misi dan Vvisi TPA ini bu?
Jawab: Misi :
·         Mencetak generasi penerus muda dengan stimulus terpadu, sehingga pada saat melakukan kegiatan dapat mengembangkan aspek sekaligus (nilai-nilai moral agam, bahasa, sosem, kognitif, dan fisik motorik) secara  optimal dan seimbang.
·         Menciptakan lingkungan yang kondusif, menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak
·         Mengembangkan ketrampilan hidup agar mampu menolong diri sendiri/ mandiri, disiplin dan mampu bersosialisasi dan memperoleh ketrampilan dasar.
Jawab: Visi :
·         Mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, mandiri dan pribadi qur’ani.
2.      Untuk mencapai tujuan tersebut program apa yang diadakan di TPA ini?
Jawab: Adalah pembiasaan, latihan rutin, keteladanan, dan bermain sambil belajar
3.      Siapa yang merancang program tersebut ?
Jawab: Pengelola, pendidik dan masukan dari orang tua
4.      Ada berapa jumlah pendidik di TPA ini ?
Jawab: Ada 2 orang yang satu orang merangkap Kepala TPA ini
DATA PENDIDIK TPA ASY SYAFI’I
NO
NAMA
TTL
PENDIDIKAN TERAKHIR
MASIH KULIAH DI/ SEMESTER
1
Slamet Tri Yuhana
Semarang. 05/04/1975
SLTA
UT
SEMESTER 8
2
Hijriani Magfiroh
Semarang, 11/07/1994
SMK
-
3
Ummi  Mu’minah
Jambi, 10/10/1993
MAN
-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar